Number of visitors

Followers

Rabu, 26 November 2008

PLAGIAT!!!!!!!!!!!

“Ime bolehkah aku masuk?”
“Masuk aja gag di kunci kok”
Fina memasuki Kamar Ime yang berwarna biru itu. Kamar itu cukup sedap jika di pandang.
“Bagaimana dengan Artikel mu Fin, apakah kamu dah selesai menyelesaikannya?”.
“Aku bosan sekali. Bisakah kamu berkata lain”
“ Gag bisa . Karna tujuan ku ke sini ingin minta bantuan buat artikel”
“Owww gitu….. em..emm… gimana ya??????????? Gag dech artikelnya kan suruh buat sendiri nanti kalo aku ajarin namanya kan bukan artikel buatan sendiri!!!”
“ huh…. Yaw dah kalo gitu…. Aku pulang aja ya!!”.
“Gag – gag Cuma becanda aja kok… lagian apa sich yang gag buat sahabatku tercinta”
“Ha..ha..ha makasih ya…”
Setelah 1 setengah jam membantu membuat artikel punya Fina yang menghabiskan 4 lembar kertas itu. Azime tertidur di temapat tidurnya.” Ime.. ime.. halo?????? Ime bangun Donk!!!. “
“Wuahhhh… ngantuk banget nich!!!!! Ada pa lagi sih Fin???? Kan udah aku Bantu”.
“ Em.. boleh gag aku pinjem Artikel mu… Cuma lihat aja.. please!!!”.
“ Chek..chek.. Mau mu tu apaan sih???? Minta ajarin buat artikel dah aq turutin sekarang kamu minta lagi… yaw dah dech, ambil sana di laciku!”
“ Makasih ya…. Ime baik dech”
Di sekolah Fani dan Azime menuju ruang Redaksi untuk menyerahkan Artikel. Yang kemarin baru saja di buat. Tapi, tiba – tiba Reta dating mendekati Fina dan Azime
“Ime, aku ajarin donk buat Artikelnya”.
“ Ma’af ya.. aku gag punya waktu. Lagian Kamu kan bias buat sendiri????”.
“ Tapi, kamu koq buatin Fina???????”
“ Ya…. Maaf bangetz ya!” .
“ Huh tunggu pembalasan Q!”. cetus Reta dengan sangat marah. Ia lalu pergi tanpa permisi
“ Ime, ma’afin aku ya… kalo gini caranya kan gag adil!”.
“ dah lah Fin, biasa aja kali!”.
Kemudian mereka berdua menuju Ruang Redaksi dan menyerahkan Artikel tersebut.
Dua minggu telah berlalu ini saatnya Pengumuman sebagai Juara Artikel terbaik. Semua murida yang ikut acara itu merasa deg – degan dan kawatir. Sementara itu Azime berdiri di depan gerbang sekolah sambil mondar – mandir nunggu Fina yang belum dateng. Tiba – tiba seorang perempuan berjilbab ungu dengan mengendarai sepeda motor melambaikan tangannya ke pada Azime. Sepertinya mereka tampak kenal.
“ Azime kan! Kamu temennya Fina ya???? Lama gag ketemu..”
“ Maaf, siapa ya ? sepertinya pernah ketemu???”.
“ Ha.. ha.. Azime, kakak ini Zilvia. Kakaknya Fina yang Kuliah di Jakarta. Inget gag?”.
“ Owwww,.. inget.. inget.. Btw ada apa ya kak Zilvia ke sini?”.
“ Gini, kak Zilvia mau ngasih suratnya Fina. Karma, sekarang Fina lagi sakit!. Yaw dah kalo gitu kakak titip dulu. Dan sekalian kakak mau pamit pulang, kakak buru – buru mau ke rumah sakit. Titip ya… Assalamualaikum”
Azime hanya bias menatap wajah kak Zilvia dengan wajah yang tak ada harapan. Bagaimana tidak dia sudah menunggu 2 jam tapi, Fina nya malah gag masuk
“ Pengumuman – pengumuman di beritahukan kepada seluruh siswa yang mengikuti lomba Artikel di harap kumpul di lapangan….”
Mendengar suara itu Azime langsung mengalihkan mukanya yang sebelumnya menatap kak Zilvia. Dia pun juga menghapus air matanya.
“ dan pemenangnya dalah dengan Artikel berjudul PELANGI DI ATAS REMBULAN oleh, Alfina Zahsyah Adelia” semua orang riuh. Ada yang tersenyum bahagia da yang menangis karma tiadak lolos. Sedangkan Azime,…
“ Apah???? Itukan judul dan artikel ku mengapa bisa tertulis nama Fina????”.Kaget setengah mati itulah perasaan Azime, ia pun langsung menuju ruang redaksi
“ Plagiat!!!!”. Teriak Azime dengan keras di ruang redaksi sampai terdengar di luar ruang.
“ Azime!!! Ada pa ini??????? Mengganggu saja!!! Sekarang kamu duduk dan jelaskan apa yang membuatmu berteriak seperti ini?”. Tanya Kak Deta selaku ketua redaksi
“ kak, kakak tau siapa pengarang Artikel itu??????”.
“ ya saya tau itu artikel Fina”.
“ Bukan!!!!! Itu namanya Plagiat. Yang mengarang itu saya. Sedangkan Fina judulnya adalah REVOLUSI”.
“ Azime, sebelumnya kami minta maaf. Kita harus Tanya kan dan diskusikan bersama Fina dulu. Baru kiat bisa ambil keputusan.”
Azime menundukakan kepala dan dengan wajah yang tak punya harapan “ tapi, Fina sekarang sakit ini suratnya barusan kakak nya menitipkan pada ku,kak… kakak harus percaya!”.
“ Oke!!! Sekarang kamu kembali kekelas. dan besok jika ada waktu kita jenguk Fina”
2 minggu telah berlau Fina belum saja masuk untuk menyelesaikan masalah. Sebenarnya Fina telah mengaku bahwa Artikel itu bukan karyanya melainkan karya Azime. Tapi, maslah itu juag belum selesai karma belum tau pelakunya siapa yang melakukan perbuatan seronok tersebut
“ Ime, sudahlah kamu ikhlas kan saja karya mu itu. Katanya Fina adalah sahabat sejatimu!!!”.
“ Aku mau ikhlas tapi, akau hanya butuh kebenaraan dan keadialan.. dan aku juga butuh masalah ini cepat selesai, aku kasihan kepada Fina. Sakitnya gag bertambah sembuh, dan sakitnya malah parah!!!”.
“ Azime….. ma’af ya sebenarnya yang ,melakaukan itu semua aku. Aku waktu itu sangat marah denagan mu dan Fina! Lalu aku mengganti artikel mu menjadi nama Fina. Sekali lagi ma’af ya”.
“ aku gag bisa ma’afkan sebelum kamu minta ma’af kepada semuanya yang terlibat dalam nasalah ini. Sekarang ikut aku!” Azime menarik tangan Rita menuju ruang redaksi
“ kak Deta yang menjadi biang keroknya adalah Reta. Coba sekarang kamu ceritakan Ta bagaimana kejadiannya!”.
Setelah Reta menceritakan semua yang terjadi. Kak Deta memutuskan untuk menyuruh Reta menuju rumah Fina.
Di rumah Fina,Reta mengatakan permohonan ma’afnya kepada Fina “ Fin ma’af ya…. Ini semau salah Q kamu mau kan ma’afkan aku??????”
“ Gag papa kok Ta. Aku dah maafin kamu. Tapi, janagn kamu ulangi perbuatan itu lagi ya!”.
“ Pasti!!!!!!”
Akhirnya mereka bertiga salaing bermaaf’an satu sama lain

0 komentar:

Posting Komentar

Ada uneg - uneg? ngapain di simpen, silahkan katakan saja! tapi, NO SPAM!!