Number of visitors

Followers

Kamis, 29 April 2010

DRAMA

Pastinya kawan semua, pernah di suruh buat Drama di sekolah, ataupun di sanggar yang kawan ikuti. Well, buat drama itu sebenernya gak sulit kok! Intinya kalian harus punya Niat, Semangat, dan Kekompokan. atau "If you have good planning, of course you will have good result" . Nah, mari kita simak hasil Skenario karya bela dan kawan - kawan bela.

Ini adalah kisah tentang seorang kebang desa bernama Lela yang menaruh hati kepada Iman. Namun, iman tidak menaruh hati kepada Lela. Berbagai caraoun akan di tempuh. Untuk mengetahui bagaimana ceritanya langsung saja kita lihat di drama serial “CINTA DI TOLAK DUKUN BERTINDAK”

Sore itu Lela sedang duduk – duduk bersantai di teras rumah dengan Jeni, sahabat karib Lela. Tiba – tiba lewatlah Iman di depan rumah Lela dengan memakai sarung hendak menuju ke mushola.
Jeni : (Sambil berteriak)“Eh, Iman….Iman”.
Iman : (Berhenti sejenak sambil menoleh kea rah Jeni dan Lela) “Ada apa?” (berbicara dengan sewot dan acuh tak acuh) Jeni : Lihat sebelahku ini, ada siapa?
Iman : (Melihat dengan jeli kea rah sebelah Jeni) “Sebelahmu? Siapa?”
Jeni : “Dasar Bocah, cakep – cakep matanya Rabun”. (Berkata dengan sangat kesal) “Ini lo si Lela gadis kembang Desa”.
Iman : “Lela? Siapa lela? Aku gak kenal!” (Lalu Iman meneruskan perjalanannya lagi ke Mushola)
Mendengar perkataan itu Lela menjadi sakit hati, Ia pun langsung masuk ke kamar. Jeni, yang merasa bersalah langsung pulang ke rumahnya.
-----------------
Keesokan harinya Jeni mengajak Lela ke bungkit untuk membuat lela senang, Jeni merasa bersalah kepada Lela. Ketika sampai di sana,
Lela :” Wah... pemandanganya indah ya... Sudah lama aku tak melihat pemandangan ini. Padahal Bungkit ini berada tidak jauh dari rumah ku”. (Lalu Lela menatap Jeni) ”Kamu kok, kusam! Ada apa Jen? Ada yang salah dengan perkataanku?”.
Jeni :”Lela, aku minta maaf. Bukan maksudku membuatmu sedih. Aku hanya ingin membuatmu senang saja”. (Sambil mandang keindahan alam di hadapannya)
Lela : ”Itu bukan salahmu, aku juga bingung dengan Iman. Orang secantik aku, mengapa dia tak suka padaku. Padahal banyak laki – laki yang menaruh hati apadaku”.
Jeni :”Aku juga tak mengerti apa yang Iman pikirkan. Tapi, jangan kamu saja yang cantik aku juga cantikkan?”. (Sambil tersenyum di hadapan Lela)
Lela : ”Hm... Mungkin”. (Sambil tertawa terbahak - bahak)
Jeni : ”Ah, kamu. Awas kamu tak ku Comblangkan lagi kau dengan Iman”. (Sambil mengacung – ngacungkan jari telunjuknya ke arah Lela)
Lela : ”Ya..ya kamu cantik kok!”.
Ketika mereka sedang asyik berbicara, tiba tiba datanglah seorang perempuan.
Lasmi : “Boleh saya membantumu?”
Lela dan Jeni pun menoleh dan berjalan mundur. Mereka terlihat ketakutan.
Jeni : ”Ka..ka..kamu si...siapa?”.(Berbicara dengan terbata – bata)
Lela : ”Jeni. Ayo kita pergi, sebelum perempuan itu membunuh kita”. (Lela membisikkan kata – kata kepada Jeni)
Jeni : ”Ayo! Satu...dua...tiga.....”. (Sambil berbisik ke arahLela)
Merekapun berlari namun, baru beberapa meter perempuan bernama Lami itu memanggil mereka untuk kembali.
Lasmi : ”Hei!!! Tunggu, Aku tak akan membunuhmu. Aku akan membantumu”. (Sambil berteriak
Lela & Jeni berhenti, mereka pun akhirnya mendengarkan penjelassan dari Lasmi
Lasmi : Begini, saya adalah assiten dari Madam Syalala. Madam syalala bisa membantu Lela untuk membuat Iman suka dengan mu, Lela”.
Lela : ” Benarkah? Wah,.. mau..mau..mau...kapan Madam Syalala bisa di temui?”. (dengan ekspresi wajah bahagia) ”Tapi, aku tak mau ah... Madam Syalala, itukan semacam nama paranormal, mana bisa membuat Iman jatuh cinta padaku?”.
Jeni : “.Ah.... Lela, kamu NDESO. Gak gaul, jaman sekarang itu dukun gak laku, yang ngetren itu ya Madam – Madam seperti itu. Seperti yang di tve – tve itu lo..”.
Lasmi : “Betul banget! Lela, kamu dengarkan perkataan Jeni. Sekarang ini sudah jaman Modern”.
Lela : “Baiklah, deal yah! Jadi, kapan bisa bertemu Madam syalala itu?”.
Lasmi : ”Sekarang?”.
Lela : ”Baiklah! Ayo kita kesana”. (Sambil menarik tangan Jeni dan Lasmi )
Merekapun akhirnya menuju ke rumah Madam Syalala. Perjalanannya tidak jauh, mereka hanya melewati sungai, rawa – rawa, dan hutan. Sesampai di sana, Lasmi mengetok pintu rumah Madam syalala.
Lasmi : ”Madam Syalala trilili trililu dar dor”. (Sambil mengetok pintu rumah Madam)
Jeni : “Lasmi, kamu ngmong apa? Kok gak jelas gitu”. Tanya Jeni penasaran
Lasmi : ”Ini adalah mantra khusus, ketika ingin masuk ke rumah Madam!”.
Lela : ”Tapi, di agama kita agama islam mengunakan salam”.
Lasmi : ”Ya... setelah mantra itu lalu menggunakan salam. Tadi, baru saja mau ku ucapkan Jeni sudah nyeronoh duluan”. (Kemudian Lasmi melanjutkan salamnya) ”Assalamualaikum Madam Syalala!!!”.
Tiba – tiba sosok perempuan tinggi dan hitam membuka pintu.
Madam : ”Ada perlu apa Lasmi kau kesini? Membawa teman juga! Ayo masuk”.
Lasmi : ”Begini, Madam. Ini Lela dan ini Jeni, Lela ini menaruh hati dengan Iman. Namun, iman tak suka dengannya. Mereka ini ingin mendapatkan ramuan dari Madam, unutk membuat Iman suka pada Lela”.
Madam : (Berfikir sejenak kemudian tangannya mengitari bola mantranya yang berada di depannya) ”Iman itu tidak suka cewek yang lebai seperti kamu. Jadi, saya akan beri ramuan yang bisa membuat Iman suka padamu. Lasmi, tolong ambilkan ramuan itu. Di dalam lemari”.
Lasmi pun menuju ke lemari untuk mengambil ramuan itu. Sementara itu, Jeni dan Lela ketakutan karena wajah Madam Syalala yang menyeramkan.
Lasmi : ”Ini madam”. (Sambil memberikan ramuan itu kepada Madam)
Madam : “Ini harus kamu pakai Lela, ngerti gak? Dari tadi diam saja yang utuh siapa? ”. (Sambil membentak ke Lela)
Lela : (Dengan terbata – bata) ” Me..mengerti ma..mada..am ”.
Madam : ”Ini, adalah selendang yang harus kamu pakai . Ketika kamu bertemu dengan Iman!”. (Sambil menyodorkan selendang yang telah di beri ramuan itu kepada Lela)
Lela : ”Terimakasih Madam, jadi berapa ongkosnya?”. (Sambil menggrogohi sakunya)
Madam : “Murah kok cuma 300.000!”.
Jeni : “Hahhhhhh! Mahal banget! Di Nego bisa gak?”.
Madam : “Gak bisa!”. (dengan membentak)
Lela : “Ya. Sudah ini “. (Sambil menyodorkan uang seratus ribuan sejumlah 3 lembar ke arah Lasmi)
Jeni : “Ya sudah, Madam syalala dan Lasmi kami pamit dulu. Madam Syalala trilili trililu dar dor Wassalamualaikum”.
Akhirnya Jeni dan Lela pulang dengan perasaan lega. Lela pun tak sabar ingi cepat – cepat memakai selendang itu ketika bertemu Iman
---------------------------------

Keesokan harinya, ketika Iman sedang menyapu halaman mushola, tiba – tiba datanglah dua cewek siapa lagi jika bukan Lela dan Jeni, Lela lengkap mengenakan selendang yang di lingkarkan di pundaknya. Sesuai apa yang telah di perintah Madam Syalala. Mereka berdua pun masuk ke mushola, sebenarnya mereka ke mushola bukan untuk sholat ataupun mengajai tapi, untuk bertemu Iman.
Iman : “Lela, indah sekali selendangmu!”. (Iman memuji Lela sambil menatapnya)
Lela : ” Oh... terimakasih Iman”. (Sambil mesam – mesem gak karuan )
Kemudian Lela dan Jeni masuk ke dalam mushola.
Jeni :” Wah, ternyata benar kata Madam Syalala, selendang ini sangat manjur. Pantas saja harganya muaahal!”. (Sambil berbisik kepada Lela)
Lela : ”Benar – benar gak bisa di sangka. Tak pernah seumur hidupku, mendengar pujian Iman untuk ku”. (Sambil mengelus – ngelus selendangnya) ”Aku akan nyatakan cintaku padanya. Ayo kita ke sana!”. (Sambil menarik tangan Jeni)
Jeni : ”Eh... Lela.. jangan!!!”.
Ketika di halama mushola,
Lela : ”Iman, aku tau apa yang kamu rasakan. Dan, ternyata kita sehati, maukah kamu jadi pacarku..?” (Lela memohon – mohon dengan berlutut di kaki Iman )
Iman : ”Lela, aku ndak suka kamu. Aku tadi memuji selendang mu bukan kamu. Lagian aku juga tak kenal detail siapa dirimu. Jadi maaf saja ya!”.
Lela : ”Hikz..hikzz..hikzz Iman kamu jahat. Ini, makan selendang ku!”.(Sambil melempar selendang ke arah Iman dan Lela pun lari pulang kerumahnya)
Melihat itu, Jeni yang masih di dalam Mushola, mengejar Lela keluar.
Jeni : ”Lela, tunggu aku!!! Sebel aku dengan Madam Syalala itu. Dasar si Madam syalala dan Lasmi membohongi ku dan Lela”.

-TAMAT

0 komentar:

Posting Komentar

Ada uneg - uneg? ngapain di simpen, silahkan katakan saja! tapi, NO SPAM!!