Number of visitors

Followers

Senin, 10 Mei 2010

LINGKUNGAN HIDUP


ANAK DAN LINGKUNGAN HIDUP


Mengajarkan anak menjaga lingkangan itu memang perlu. Tapi pertanyaannya,Apa yang harus kita lakukaAntara Anak dan Lingkungan Hidup itu merupakan sebuah dunia yang menyenangkan. Karena, di dunia itu si anak bisa belajar berbagai hal tentang Lingkungannya. Lalu, Bagaimana cara mengtasi jika ada anak yang sulit sekali mengenal lingkungan?Setelah ada 2 pertanyaan tersebut maka anda juga akan ikut berfikir.

* Apa yang harus kita lakukan?

Yang harus anda lakukan ada berbagai macam Kegiatan dan metodenya. Nah, tentunya perlakuan yang di berikan oleh anak tentu berbeda karena, mengingat usia anak.unutuk itu ada 3 kegiatan yang perlu di simak

1. untuk usia anak yang masih Dini (duduk di bangku sekolah Taman kanak – kanak.

Pada fase ini, yang harus anda lakukan adalah mulai pengenalan tentang tumbuhan. Apa sih itu tumbuhan? apa guna Tumbuhan? itu semuanya hatus anda jelaskan. Karena unutk memperoleh hasil yang maksimal anda harus memulainya dari awal.

2. Untuk usia selanjutnya adalah usia yang menginjak masa Sekolah Dasar.

Pada Fase ini, yang harus anda lakukan adalah melakukan suatu mengenalan tambahan materi dan suatu percobaan. Misalnya anda suruh menanam tumbuhan atau anda bisa membuat suatu permainan. Di samping anak bermain, anak juga belajar. Caranya adalah, anda suruh anak itu menanam tanaman apa pun yang bisa tumbuh besar dan bermanfaat. Lalu tanaman itu suruh anak anda rawat hingga anak iut dewasa, maka anak itu sedikit demi sedikit akan mulai mencintai lingkungan. Cara kedua adalah, ajarkan kan anak untuk mencintai lingkungan maksudnya adalah, ajarkan setiap hari minimal 10 sampah yang berceceran harus di buang di tempat sampah. Itu semua merupakan contoh yang kecil.

3. Menginjak masa remaja atau Sekolah Menengah Pertama. Pada Fase ini anak mulai remaja, dan mulai mengerti. Jadi pada fase ini anda bisa melanjutkan kegiatan yang kedua, yaitu tanyakan bagaimana keadaan tumbuhan yang di tanam sewaktu ia masih duduk di bangku SD (sekolah dasar) anda bisa menyuruh anak tersebut untuk mengamati tumbuhan tersebut. Di usia ini anak juga harus lebih membiasakan untuk lebih mencintai lingkungan hidupnya. Katakan padanya bahwa tanpa Lingkungan yang sempurna manusia tak akan bisa hisup. Bagaimana tidak? Manusia membutuhkan Tumbuhan dan hewan untuk hidup. Karena, jika tidak ada tumbuhan manusia tidak bisa makan, tidak bisa meraskan sejuknya di bawah pohon. Begitu juga dengan hewan, jika tidak ada Hewan manusia juga tidak bisa makan. Sungguh besar ciptaan sang pencipta. Setiap mahluk hidup saling membutuhkan satu sama lain.

4. Menuju fase yang kritis. Mengapa di katakan keritis? Karena pada fase ini seorang anak yang menginjak dewasa atau SMA (Sekolah Menengah Pertama) kebanyakan mulai lalai. Mengapa saya bilang begitu karena anak – anak pada jaman sekarang sudah mulai tidak mempedulikan lingkungan. Maka itu, biasanya di ekstrakulikuler bidang KIR (Karya Ilmiah Remaja ) membuat suatu percobaan unutk memanfaatkan lingkungan hidup. Etz,..etzz memanfaatkan bukan berarti untuk di habiskan tapi, para siswa tersebut biasanya memanfaatkan limbah yang tidak terpakai di daur ulang kembali untuk di jadikan barang yang lebih berguna. Oh, di saat anak menuju kedewasaannya ini anda juga perlu menanyakan bagaimana keadaan tumbuhan yang pada usia SD di tanam. Apakah mati? Atau tidak?

5. Semakin ke fase yang meningkat semakin keren aja. Karen apada fase ini anak yang mungkin sudah Kuliah, perlu anda lepaskan. Maksudnya adalah, biarkanlah anak itu mengekspresiakan yang sudah ia pelajari ke berbagai hal. Di fase ini biasanya anak – anak membuat suatu perkumpulan. Yang biasa di seput ”PA(PECINTA ALAM)” yang pasti anak bisa mengekspresikannya lewat PA. Dan jangan lupa untuk selalu menanyakan bagaimana keadaan tumbuhan yang di tanam sejak masa SD tersebut. Karena, ketika anak telah beranjak dewasa mereka juga bisa membuat suatu pengusaha kecil – kecilan. Misalnya sperti membuat penjualan bunga.

Dari kegiatan yang telah di jelaskan di atas. Hanya salah satu contoh saja. Mungkin anda bisa menambahkannya sendiri.

* Bagaimana cara mengtasi jika ada anak yang sulit sekali mengenal lingkungan?

Cara mengatsi hal tersebut, kebanyakan ada pada usia SMA. Karena, kebanyakan anak pada masa tersebut sering lupa, seperti yang tertuang pada rincian di atas. Faktor – faktor yang mempengaruhinya adalah

ü Pengaruh dari pergaulan

ü Lingkungan yang tak mendukung, artinya tak ada yang peduli.

ü Sejak kecil belum di biasakan cinta Lingkungan

Untuk mengatasinya, perlu di lakukan 3P yaitu : Pengingatan, Pendekatan, Perlakuan.maksudnya adalah

Ø Pengingatan,

cara ini bisa di lakukan untuk mengingatkan anak itu ketika ,mereka lupa. Biasanya, untuk teman yang baik, kebanyakan selalu mengingatkan.

Ø Pendekatan,

Cara yang kedua ini di lakukan jika anak itu sudah di peringatkan tapi, tak mempan. Kebanyakan cara pendekatan ini di lakukan oleh para orang tua. Sebenarnya tahap Pendekatan ini memang harus di lakukan sejak dini.

Ø Perlakuan,

Nah, jika sudah di ingatkan dan di beri Pendekatan. Masih saja belum mempan. Maka, harus di beri perlakuan. Maksudnya adalah bisa kita ajak mereka untuk mengikuti suatu acara contohnya ” MENANAM SERIBU POHON” yang bisa di lakukan bersama teman – teman mereka. Tapi, perlu di ingat jangan hanya menanam tapi perlu di rawat. Sebenarnya, tahap ini juga sudah di lakukan di fase dimana anak menduduki Sekoalah Dasar.tapi, itu tergantung bagaimana orang tua mendidiknya.

Dari semua rincian, tersebut adalah upaya untuk menumbuhakan pada anak rasa cinta pada Lingkungan. Di artikel ini bukan hanya untuk Orang tua tapi, juga untuk semua umur.

0 komentar:

Posting Komentar

Ada uneg - uneg? ngapain di simpen, silahkan katakan saja! tapi, NO SPAM!!