Number of visitors

Followers

Jumat, 29 Oktober 2010

Pray For Indonesia

Tinggi Tsunami di Mentawai Capai 15 Meter




Salah satu area di pulau Pagai Utara, Mentawai, yang luluh lantak diterjang tsunami dilihat dari udara(27/10). AP/Achmad Ibrahim

http://i.telegraph.co.uk/telegraph/multimedia/archive/01547/quake_earthquake_1547411c.jpgTEMPO Interaktif, PADANG- Tinggi gelombang tsunami akibat 7,2 Scala Richter pada Senin lalu di Kepulauan Mentawai di beberapa tempat di Mentawai mencapai puncak pohon kelapa dengan tinggi 15 meter.

Seperti di Dusun Purourougat, Desa Malakopak, Pulau Pagai Selatan yang dikunjungi Presiden Susilo Bqmang Yudhoyono kemarin. Di lokasi itu tinggi tsunami mencapai puncak pohon kelapa.

Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Hendri Doris Satoko yang ikut rombongan presiden menuturkan, helikopter presiden mendarat di bekas lantai rumah warga yang rata tersapu tsunami.



"Satu dusun itu hancur tersapu tsunami, saya lihat sendiri, bekas air sampai di puncak pohon kelapa, karena semua daunnya mati kecoklatan,” kata Hendri, Jumat (29/10). Di Purourogat 60 orang tewas dan 5 lainnya hilang.

Tsunami dengan ketinggian yang sama juga terjadi di Muntei Barubaru di Pulau Pagai Utara yang sama-sama menghadap ke Samudera Hindia.Tsunami terjadi 10 menit setelah gempa, pada Senin alu.

”Gelombang air memang sangat tinggi, setinggi kelapa, bekasnya juga terlihat pada daun kelapa yang mati, semua habis tersapu, yang tersisa hanya tapak gereja dan beberapa tapak rumah,” kata Kepala Dusun Muntei Jersanius Samaloisa. Dari 311 warga Muntei, 67 orang ditemukan tewas dan 124 hilang.

Kapala Pusat Pengendali Operasional (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Barat, Ade Edward mengatakan tinggi tsunami di Mentawai bervariasi tergantung kontur dan tempatnya. Tinggi tsunami dari 1 hingga 15 meter.

“Di Sikakap, pantai timur Pulau Pagai Utara, tsunaminya hanya 1 meter hingga 1,2 meter, sementara di pantai bagian barat yang berhadapan dengan samedera tingginya mencapai 15 mer,” kata Ade Edward.

Ia mengatakan tinggi tsunami bias terlihat dari tanda-tanda di lingkungan yang terkena.
"Misalnya daun kelapa yang menjadicoklat itu, itu artinyatsunami memang mencapai ketinggian itu, nanti akan ada tim ahli yang meneliti,” kata Ade Edward.

MERAPI MELETUS




      TERTUTUP -- Suasana salah satu perkampungan di lereng Gunung Merapi yang tertutup abu sisa letusan Gunung Merapi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 08.00 WIB, Jumat, 29 Oktober, merilis
masih ada dua warga asal Malang yang belum ditemukan dalam bencana letusan Gunung Merapi. Dalam rilisnya itu, disebutkan kalau total pengungsi korban bencana letusan Gunung Merapi yang sudah dievakuasi mencapai 44.986 jiwa.

Kepala bidang Humas Pusat BNPB, Hartje Winerungan menyebutkan, ribuan pengungsi itu tersebar di Desa Purwobinangun, Sleman sebanyak 14.223 jiwa, kemudian di Desa Balerante, Klaten berjumlah 3.500 jiwa dan di Desa Kemiren, Kabupaten Magelang sebanyak 27.263 jiwa.

Sementara untuk total korban jiwa yang meninggal 34 orang. 33 orang dari Sleman dan satu orang dari Magelang. Luka berat akibat terbakar awan panas berjumlah 46 orang yakni 18 orang dari Sleman, 26 orang dari Magelang, dan dua orang dari Klaten.

Hartje pun mengimbau, agar warga sekitar Merapi tidak beraktivitas dulu hingga kondisi dianggap berstatus aman. Pasalnya, bila terjadi hujan dalam intensitas tinggi bisa merubah arah awan panas.

http://i.okezone.com/content/2010/10/27/340/386866/6czn8LwKbd.jpgSeperti diketahui, semburan awan panas dari puncak Merapi kembali terjadi pagi tadi, sekitar pukul 06.10 WIB selama tiga menit. Kemudian luncuran awan muncul lagi pukul 08.41 WIB sampai 08.50 WIB dengan jarak luncur empat kilometer ke arah Selatan menuju Kali Gendol.

Sementara sejak pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB pagi ini terdapat 87 guguran, gempa multi phase (MP) sebanyak 53 kali, gempa dalam satu kali, gempa dangkal 15 kali dan luncuran awan panas sebanyak dua kali. (wid/rmol)



0 komentar:

Posting Komentar

Ada uneg - uneg? ngapain di simpen, silahkan katakan saja! tapi, NO SPAM!!